Pandemi Hilang Limbah Datang

NAWALA U-INSPIRE. Kamu, saya, kita semua; bangsa Indonesia masih berjuang melawan pandemi COVID-19 yang seakan tiada ujungnya. Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bukan lampu hijau buat kita untuk ‘kendor’ menerapkan 5M. Ingat loh, penambahan kasus positif di negeri kita masih tertinggi di dunia. Lebih dari 45 ribu kasus positif baru muncul setiap harinya. Namun sadarkah kalian kalau bukan hanya pandemi COVID-19 ini saja yang mengancam kehidupan kita?!

Menurut Ocean Conservancy, sejak pandemi COVID-19 melanda dunia ada 129 miliar limbah masker di dunia. Khusus Indonesia saja setidaknya terdapat 100 miliar ton limbah masker per hari. Jumlah in semakin membengkak kalau kita memperhitungkan limbah medis seperti Alat Pelindung Diri (APD), sarung tangan, dan sebagainya. Data terbaru Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan bahwa sejak Maret 2020 hingga Februari 2021 tercatat ada 6,4 juta ton lebih timbunan limbah medis di Indonesia.

Dimusnahkan vs Didaur ulang

Ingat ya kawan-kawan, kalian tidak bisa membuang limbah infeksius sembarangan. Limbah infeksius adalah limbah yang terkontaminasi organisme patogen dalam jumlah dan virulensi yang cukup untuk menularkan penyakit pada manusia rentan. Limbah ini masuk dalam kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Limbah B3 ini wajib dimusnahkan entah dengan cara dibakar menggunakan alat khusus seperti insinerator atau autoklaf dengan mesin pencacah.

Lalu limbah seperti apa yang bisa kita daur ulang? Pastinya limbah yang bukan termasuk kategori B3. Limbah masker sekali pakai yang berasal dari kategori sampah rumah tangga atau sampah sejenis rumah tangga, namun tetap perlu penanganan khusus sebelum dibuang. Masker sekali pakai yang kita gunakan sehari-hari bisa didaur ulang sehingga dapat dibentuk menjadi benda bermanfaat lainnya.

Beberapa kreativitas yang dapat kita temui adalah seperti yang dilakukan oleh Kertabumi Recycling Center yang berupaya mengubah limbah masker sekali pakai menjadi pot tanaman. Ada pula inisiatif hasil kolaborasi antara peneliti PTNBH dari UGM, ITB, UNS dan UNAIR yang juga didukung oleh peneliti dari universitas lainnya. Inisiatif tersebut bernama Dumask.id yang menyediakan jalur pembuangan masker dan sarung tangan bekas, dari masyarakat umum secara aman dan lebih ramah lingkungan.  Pandemi hilang, limbah kita hilangkan juga, yuk!

Ditulis oleh Anton Surahmat

150 150 admin

Leave a Reply

Start Typing