Strategi Kolaborasi dan Operasi Tanggap Darurat di Tengah Pandemi

Penulis: Tinitis Rinowati

Gempabumi yang menghantam Majene, Sulawesi Barat dengan kekuatan M 5,9 bertepatan dengan terbitnya status tanggap darurat banjir Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis (14/1/2021). Sehari setelahnya, Majene dihantam gempa susulan yang lebih merusak dengan M 6,2 pada Jumat (15/1/2021). Belum lagi rampung urusan Longsor Sumedang, tim perlu membelah diri untuk panggilan kemanusiaan selanjutnya.

Gambar dari Twitter @jokowi

Pada 16 Januari 2021, tim telah berada di Mamuju, Sulawesi Barat sekaligus tim perintis merilis video aerial pertama banjir di Kalimantan Selatan. Melihat kebutuhan luasan dampak dan tantangan akses lainnya, tambahan tim untuk menggenapi jejak tim perintis di Kalsel kami pandang perlu. Kami menyiapkan tim selanjutnya untuk menerobos banjir yang merendam puluhan ribu rumah di sana.

Kolaborasi kami U-Inspire Indonesia dengan Sky Volunteer (bagian dari Synersia Foundation) yang merupakan himpunan relawan kemanusiaan dan penanganan bencana dengan mengoptimalkan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau drone, perlu semakin cermat menata strategi.

Data spasial atau peta yang menggambarkan besaran dan sebaran dampak kerusakan, kami susun berdasarkan citra udara melalui drone. Peta kerusakan itulah yang menjadi salah satu produk sekaligus bahan acuan operasi tanggap darurat kami. Selain pemetaan melalui drone, kami juga melakukan asesmen kerusakan bangunan dan melalui akses mobilisasi melalui pemetaan crowd-sourcing, atau biasa dikenal dengan istilah mapathon.

Hal lain yang kami lakukan di lokasi terdampak bencana ialah menyusun dasbor kondisi kerusakan bangunan dan kaji cepat kebutuhan dasar. Pendataan tersebut diolah dari hasil survei lapangan BNPB, dengan didukung BPBD, LIPI, MDMC, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, ITB, Esri Indonesia, FPT PRB, juga komunitas lokal Forum Sudut Pandang dan Pustaka Bergerak.

Makin beragam tantangan dan kebutuhan di lapangan, makin banyak pihak yang kami kolaborasikan.

Karya kami yang dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk operasi pencarian dan pertolongan orang, pertimbangan penentuan lokasi evakuasi, kebutuhan tanggap darurat, bahkan pemulihan dini, membutuhkan kecepatan dan ketepatan proses. Proses yang terjaga akan menghasilkan akurasi output, yang memungkinkan banyak pihak menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Kerja berbasis sains dan teknologi ini membutuhkan lintas keahlian dan sudut pandang yang perlu terus menjaga fokus dan stamina di tengah situasi pandemi. Terlebih pada situasi bencana dengan tingkat ketidak-pastian yang tinggi, menambah kompleksitas kerja-kerja para relawan, yang tentu membutuhkan dukungan biaya yang tidak sedikit.

Informasi kegiatan kolaborasi U-INSPIRE Indonesia dan Sky Volunteer dalam mengaplikasikan SETI (Science, Engineering, Technology, & Innovation) untuk tanggap darurat bencana di 3 lokasi bisa dipantau melalui:

  1. Fly for Sumedang
  2. Fly for Mamuju
  3. Fly for Kalimantan Selatan

Serta dukungan sahabat baik sekalian dapat dikirimkan melalui
kitabisa.com/campaign/flyforindonesia.

Dukung kami mengudara, dukung Indonesia Tangguh Bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published.